Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

lupa atau kenang

Tulisan dariku ini Mencoba mengabadikan Mungkin akan kau lupakan Atau untuk dikenang Lupa atau kenang Ketika aku pertama kali iseng sms kamu Cuek dan dingi responmu itu Membuatku makin ingin kenal saja Lupa atau kenang Kamu pernah menyenderkan kepalamu ke pundakku ketika tertidur Entah kelelahan atau karena hawa yang dingin Tetap kunikmati detik detik itu bersamamu Lupa atau kenang Ketika kita pulang naik motor berdua Menyusuri jalan pulang yang biasa kita lewati Atau mencari jalan yang jauh untuk pulang Lupa atau kenang Ketika kita pernah nekat ke Gunung Bromo sepulang sekolah Bermodalkan motor dan keberanian Berhasil mencapai tujuan meskipun tidak gampang Lupa atau kenang Tentang jersey Manchester United dan sepatu futsal itu adalah kadomu Pertama kali dalam hidup diberi kado oleh perempuan Saking senangnya sampai selalu ku pakai ketika futsal Lupa atau kenang Kamu pernah merengek hanya untuk segelas Es Taro Rengekan kecilmu sambil memukul pelan b...

Bararema

Gambar
          Bararema. Awale jenenge iku Baranade, kos kosan isine arek Malang kabeh, tapi karena duwe hak otonomi gawe mendirikan "organisasi" dewe dek njobo e Maharema, dadi terbentuklah Bararema. Kos kosan sing itungan e luas e ombo dewe sak Bintaro Raya. Kos kosan sing duwe latar sing kirane isi diisi sampe 4 mobil, sampe tau digawe lapangan badminton karo arek arek. Lek ono acara Maharema, Barande selalu dadi venue ne.     Aku kaet eruh ono kos kosan iki sejak mlebu dek grup camaba PKN STAN. Pertama kali weruh kos iki tanpa pikir panjang langsung booking nang Mas Najib. Sing dadi pertimbanganku gawe milih kos iku ono 2. Siji isine arek Malang kabeh, sing keloro ono wifi ne. Pertama kali weruh kos kosan e iku kesanku langsung nyaman, soal e isi arek Malang kabeh dadi ga susah gawe adaptasi.      Dek kos iki ono macem macem arek e, mulai tukang sobo ne gym (Hafidh, Widyan, Aldi), atlet badminton (Tian), D...

Penghuni Jok Belakang

Awan mendung masih memayungi senja ini. Angin pun mulai kencang, pertanda hujan akan segera turun. Sekilas melirik ke spion kiriku, lalu tersenyum. Di jok belakang itu, dahulu pernah ada yang mengisi. Mengisi dengan candaan, tawa, tangisan, dan amarah. Mudah saja bagiku menikmati senyumanmu dulu. Hanya sesederhana cekikikan lembutmu sudah bisa membuatku tertawa kecil. Cubitanmu di pinggangku masih terasa sampai sekarang. Kedua tanganmu yang sering kau masukkan ke kantung jaketku, hangat katamu. Kita selalu naik motor keliling keliling tanpa rencana, tak tau harus kemana, sampai harus memutar mutar di tempat yang sama, ataupun ketika perjalanan pulang sekolah kau memilih lewat jalan yang jauh saja.           "Lewat yang jauh ae lhoo. Masih pengen jalan-jalan"  Aku mengerti dibalik kata itu, kau masih ingin berdua saja. Menikmati ramainya jalan terkadang sambil menggodamu untuk mampir ke rumah budhemu. Karena aku tahu, kamu sungkan ketika ketahuan ol...