Kopi, Lukisan, Kenangan
Kopi, Lukisan, Kenangan Oleh : Wira Nagara Lihat Tepat setelah lampu lampu dipadamkan Kau menyala sebagai satu-satunya yang kurindukan Disini Di tempat yang paling kau hindari Aku pernah berdiri Menggores kata Menulis warna Pada ratapan panjang yang menguat dalam dinding kecemasan Aku mengisahkan kenangan di kepasrahan yang begitu lapang Retak berserakan tanpa kediaman Terkoyak sepi Melayang diantara pekat aroma kopi Dengar Tepat setelah jejak jejak dilangkahkan Kau menyapa sebagai satu satunya yang kunantikan Disini Dipeluk yang pernah kau nikmati Aku masih sendiri Mencari kehilangan Menemui perpisahan Pada letupan kenang yang memuat ruangkekosongan Aku membicarakan senyummu di keindahan yang telah hilang Hancur berkeping Tersapu kesunyian terinjak lara Melarut dalam pahit yang diseduh air mata Tunggu Santailah sejenak Karena tepat setelah meja meja ditinggalkan Kedai ini menyesak sebagai satu satunya ...