senja + kamu = ???
"Mas, anterin pulaang...."
Kalimat yang menjadi sebab semuanya terjadi. Memberanikan diri berjalan sendiri di malam seperti itu menggambarkan kau bukan sosok perempuan pada umumnya. Hingga bertemu dan kau "terpaksa" mengesampingkan ego dan gengsimu sehingga muncul kalimat tersebut. Judes? IYA. Gengsian? IYA. Cuek? PARAHHH. Iya itu semua yang terlintas ketika ditanya tentang first impression terhadapmu.
20/10/2017
"Laper..."
"Ayo makan"
"Aku belum pernah ke Mcd Ceger"
"Yaudah ayo berangkat"
"Bayari ya, mas.. :))"
Mungkin saat itu bisa dikatakan sebagai kita keluar untuk "late" dinner pertama kalinya. Dan yang terjadi? Iya tepat. Judes, cuek, gengsian memang benar adanya. Dari 1 jam waktu makan hanya dihabiskan dengan beberapa kata saja. Ya mungkin memang masih baru kenal tapi udah ngajak dinner. Halah persetan dengan pikiran seperti itu, niatku untuk makan aja dan kebetulan ada yang mau nemenin. Tapi lama lama sepertinya menarik juga jika bisa membuat jatuh hati perempuan ini. Akhirnya "deketin" aja dan memang butuh kesabaran ekstra, sifat sifat yang disebutkan di atas tetap dipertahankannya.
13/11/2017
"Ayo nonton Thor"
"Ayo aja berangkat"
"Jam berapa?"
"14.50?"
"14.50?"
"Ok di Lotte ya?
Beres nonton Thor, gerimis turun. Momen yang pas apalagi ditambah kamipun lapar dan akhirnya mampir di salah satu cafe. Masih ingat pesanannya saat itu, Ayam Schritzel dan Orange Juice. Gerimis pun berubah menjadi hujan lebat, seakan menyuruh kami untuk tetap tinggal di cafe tersebut untuk lebih lama lagi. Mungkin ini kode untuk segera saja menyatakan kepadanya. Setelah mendengar kabar dari temanku bahwa dia sudah memberi "lampu hijau" terhadap "pendekatanku" selama ini. Tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini, dan harus dilaksanakan dalam tempo sesingkat-singkatnya.
"Mau ga?"
"Mau opo?"
"Jadian."
"Ok"
Singkat padat dan sangat jelas sekali. Jawaban seperti delivery warung sekitar kampus, membuatku sedikit ragu. Tapi persetan dengan pikiran itu. Bukan waktunya ragu, berikan yang terbaik dan usahakan sebagai terakhir. Ya terakhir, karena sudah lelah untuk beradaptasi dengan orang baru lagi. Sudah lelah untuk menaruh kepercayaan dengan orang baru lagi. Setelah hari itu sedikit demi sedikit sifat sifatnya tadi mulai berkurang. Entah ingin berubah atau mungkin sudah dengan orang yang tepat. Aamiin. Mulai muncul sifat yang mugkin yang selama ini disembunyikan. Mulai dari sering cerita, sering ngobrol, perhatian juga. Sangat bertolak belakang dengan sifat selama masa "pendekatan".
"Wiiii langit e bagus. Fotoin aku"
"Sini sini"
"Wii bagus, warnanya pink"
Sejenak aku termenung melihat langit. Garis horizon di langit dengan rona oranye, ungu, dan pink. Memang indah senja saat itu berbeda dari biasanya. Senja dan dia saat itu ada;ah candu bagiku. Setelah lama siang memberikan panas yang cukup menyengat maka saat senja lah yang ditunggu. Dia mungkin senja yang kutunggu selama ini. Tetaplah menjadi senja yang menjadi penenang ketika dunia memandangku berbeda.
Ditulis saat gerimis dengan perasaan menggebu inigin libur natal

Komentar
Posting Komentar